Jombang, pcnujombang.or.id – Kehadiran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Nahdlatul Ulama Jombang merupakan bagian dari amanat organisasi, bukan sekadar inisiatif pribadi.
Hal ini ditegaskan oleh Katib Syuriyah PCNU Jombang, Gus Amang, saat memberikan bimbingan kepada jamaah calon haji dari MWCNU Kudu dan Ngusikan, bertempat di Masjid Ngusikan, Sabtu (16/8).
Dalam sambutannya, Gus Amang menjelaskan bahwa keberadaan KBIHU NU merupakan implementasi Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama.
“Dalam AD/ART disebutkan bahwa NU berkewajiban memberikan pembinaan dan bimbingan dalam bidang keagamaan. KBIHU NU adalah amanat para kiai untuk menjalankan hal tersebut, khususnya dalam membimbing ibadah haji dan umrah bagi jamaah yang berasal dari ranting dan MWC,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa KBIHU NU tidak hadir untuk menyaingi KBIHU lain yang sudah ada, melainkan sebagai wujud tanggung jawab organisasi dalam memberikan layanan ibadah kepada warga NU.
“Kita para pengurus yang diamanati PCNU untuk mengelola KBIHU NU hadir di setiap ranting dan MWC NU. Ini bagian dari menjalankan dawuh para kiai sekaligus menjalankan organisasi,” jelasnya.
Kegiatan bimbingan tersebut diikuti oleh sekitar 30 jamaah calon haji tahun 2026 asal Kecamatan Ngusikan dan Kudu.
Turut hadir pula pengurus ranting, serta badan otonom NU seperti Muslimat NU, Fatayat NU, dan GP Ansor, yang bersama-sama memberikan dukungan terhadap pelaksanaan bimbingan manasik.
Dengan adanya KBIHU NU, diharapkan jamaah calon haji dan umrah dari kalangan Nahdliyin dapat memperoleh bimbingan yang sesuai dengan tuntunan para kiai dan tradisi keagamaan Nahdlatul Ulama.














