Haul ke-46 Almaghfurlah KH. Bisri Syansuri dan Nyai Hj. Nur Khodijah Hasbullah ke-72 di Pondok Pesantren Mambaul Maarif berlangsung Khidmat

Denanyar, Jombang, Ribuan jamaah memadati kompleks Pesantren Mambaul Ma’arif, Denanyar, Jombang (31/12/2024), untuk menghadiri peringatan Haul ke-46 KH. Bisri Syansuri dan haul ke 72 Nyai Hj. Nur Khodijah Hasbullah

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh para kiai, pengasuh pesantren, santri, alumni pesantren, masyarakat umum, serta para tokoh-tokoh penting dari berbagai daerah. Tampak juga Ketua PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfud, dan Rois Syuriah PCNU Jombang KH. Ach. Hasan.

Haul dimulai dengan pembacaan tahlil bersama yang dipimpin KH. Masduqi Abdurrohman dan pembacaan ayat suci al-Quran oleh Ustd. Suharto, dilanjutkan pembacaan manaqib Almaghfurlah KH. Bisri Sansyuri oleh Neng Nurul Fathiyani.


Dalam Tausiahnya, KH. Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa tempat ini (Pesantren Mambaul Maarif) adalah tempat dimana almaghfurlah Mbah Bisri menyiapkan para kiai yang paham agama. “Sebagai ulama, beliau menyiapkan dengan baik penggantinya. Kenapa perlu disiapkan kiai itu? Karena kiai ketika sudah dipanggil Allah, ilmunya juga dibawa,” tuturnya

“Kalau tidak ada penggantinya, maka orang akan mengambil pemimpin yang tidak menguasai ilmu. Dari 110 tahun yang lalu Mbah Bisri sudah memikirkan itu sehingga pesantren ini mencetak para kiai. Dan insyaallah akan berlanjut,”ujarnya

Kiai Said Aqil Sirajd menyampaikan, beliau menyampaikan bahwa “saya datang kesini, hanya karena saya sangat mencintai kiai, mencintai Mbah Bisri Syansuri, Mbah Hasyim Asyari, Gusdur, Mbah Kiai Wahab,” beliau mengutip syair Imam Syafii : uhibbussholihinna walastu minhum (saya mencintai orang sholihin, walaupun saya bukan orang sholih),”ujarnya

beliau juga menyampaikan bahwa saat ini, kita harus mencintai ulama, karena ulama’ lah yang mampu memelihara ummat. Maka penting kita menghormati ulama dan para kiai karena ilmu dan juga nasabnya, sebagaimana kita menghormati para ulama’ terdahulu yang menciptakan berbagai ilmu yang merubah peradaban Islam lebih maju.

Habib Umar Muthohar menambahkan ceramahnya bahwa Kiai Bisri niki termasuk Wali yang Alim. beliau almaghfurlah adalah orang yang ikhlas dan tawadhu dalam mengamalkan ajaran Islam. Malam ini bertepatan dengan malam tahun baru dan malam 1 Rajab, Mugi-mugi perjalanan kita semua selama satu tahun ini aman dari fitnah,” ungkapnya

Puncak acara ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan dan keselamatan umat Islam. Kegiatan haul ini bukan hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Dengan semangat yang diteladankan Almaghfurlah KH. Bisri Syansuri, diharapkan generasi penerus dapat terus mengembangkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

Baca Juga  PAC Fatayat NU Jogoroto Gelar Diba Kubro dan Santunan Yatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *