Empat Amalan yang Dirindukan Surga: Pesan KH. Rohmatul Akbar di Safari Ramadhan Peterongan

Peterongan, pcnujombang.or.id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Peterongan kembali menggelar agenda rutin Safari Ramadhan yang bertempat di Masjid Sabilul Muttaqin, Dusun Banjaranyar, Desa Sumberagung, Kecamatan Peterongan pada Kamis (12/3/2026).

​Acara ini disambut antusiasme yang luar biasa dari masyarakat setempat. Sejak sore hari, ratusan jamaah pria maupun wanita tampak memadati area masjid hingga penuh sesak. Suasana khidmat menyelimuti seluruh rangkaian acara yang menjadi wadah silaturahmi antara pengurus NU dan warga nahdliyin di tingkat ranting.

​Pesan Gus Bang: 4 Golongan yang Dirindukan Surga

​Hadir sebagai penceramah utama, KH. Rohmatul Akbar, S.T. atau yang akrab disapa Gus Bang, memberikan mauidhoh hasanah yang segar namun sarat makna. Beliau mengaku terkejut melihat membeludaknya jamaah, khususnya dari kalangan Muslimat dan Fatayat.

​”Saya kaget ternyata jamaah Muslimat dan Fatayat yang datang banyak sekali, padahal saya hanya menyediakan sedikit mukena untuk dibagikan sebagai kenang-kenangan,” seloroh beliau di sela ceramahnya.

​Dalam inti materi, Gus Bang memaparkan bahwa terdapat empat amalan utama yang membuat seorang hamba sangat dirindukan oleh Allah SWT dan surga-Nya:

Pertama ​Tilaawatul Qur’an (Membaca Al-Qur’an): Beliau menekankan bahwa pahala membaca Al-Qur’an tidak dihitung per ayat, melainkan per huruf yang dibaca.

Kedua yakni ​Hifzhul Lisan (Menjaga Lisan): Menahan diri dari ucapan sia-sia, dusta, ghibah (menggunjing), fitnah, serta perkataan yang menyakiti hati orang lain. Menjaga lisan merupakan ciri mukmin sejati.

Ketiga adalah  ​It’hamut Tha’am (Memberi Makan Orang yang Lapar): Gus Bang yang juga bendahara PCNU Jombang mengisahkan tentang seseorang dengan dosa bertumpuk yang diampuni Allah hanya karena memberi sepotong roti kepada orang yang kelaparan. 

“Terlebih di bulan Ramadhan, memberi makan orang yang berbuka puasa memiliki pahala yang setara dengan orang yang berpuasa.” tuturnya.

Baca Juga  KIRAB SANTRI FEST 2025: Jaga Kemerdekaan, Santri Peterongan Siap Menuju Peradaban Dunia

Terakhir menurut beliau adalah ​Shiyam (Berpuasa): Melaksanakan puasa Ramadhan dengan sabar dan iman. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana melatih diri menjauhi kemaksiatan.

​Kegiatan Safari Ramadhan ini diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh KH. Asmu’i. Beliau berharap agar seluruh jamaah yang hadir senantiasa diberikan kesehatan dan keistiqomahan dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *