Jombang, pcnujombang.or.id – Bertempat di Masjid Al Hasanah Pucangrejo, Wonosalam, acara Sosialisasi Takmir Masjid dan Tahsin Qiraah diadakan pada Ahad (9/2/2025) malam,
Acara yang berlangsung selepas shalat Isya’ tersebut, dihadiri oleh Takmir Masjid Zona Tengah yang terdiri dari ranting Wonosalam I, Wonosalam II, Carangwulung, dan Sambirejo.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pembinaan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di Zona Selatan (Galengdowo, Jarak, Wonomerto) dan Utara (Wonokerto, Panglungan, Sumberjo).
Sambutan pertama dalam acara tersebut disampaikan oleh Ketua MWC NU Wonosalam, Kiai Wahyu Maretno Wibowo.
Ia menyampaikan pentingnya tahsin Surat Al-Fatihah sebagai syarat sahnya sholat. Hal ini ditekankan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas ibadah umat Islam di wilayah Wonosalam.
Selanjutnya, Ketua Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) PCNU Kabupaten Jombang, Ustadz Dzikrul Hakim.
Ia memberikan sambutan tentang pendataan masjid, TPQ di lingkungan masjid, serta usulan SK Amil Masjid.

Di saat yang sama, diserahkan buku panduan Muharrik Masjid. Semua hal ini bertujuan untuk memperkuat keberadaan masjid sebagai pusat kegiatan dan ibadah di masyarakat.
Materi utama disampaikan oleh KH. Ahmad Ghozali Fadli, Rois Syuriah MWC NU Wonosalam.Ia mengungkapkan pentingnya penguatan lima pilar masjid, yakni Baitullah, Baitud Dakwah, Baitul Quran, Baitul Maal, dan Baitul Muamalah.
Sebagai tindak lanjut, KH. Ahmad Ghozali menekankan penguatan Baitul Quran melalui program TPQ SEPUH yang diadakan selama bulan Ramadhan, sebagai upaya pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di kalangan orang dewasa. Pada tanggal 19 Februari nanti akan diadakan Diklat Guru Al Qur’an.
Di penghujung acara, Ustadz Yuzarif Syakir, Ketua JQH NU Wonosalam, menyampaikan materi tentang tahsin Surat Al-Fatihah dan Tahiyat, untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para peserta mengenai pentingnya membacakan bacaan tersebut dengan benar.
Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan masjid di wilayah Wonosalam dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan Takmir Masjid dan Musholla. Dengan demikian, masjid dapat berfungsi lebih optimal sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan pendidikan di tengah masyarakat.














