Lailatul Ijtima’ MWCNU Diwek, Semangat Ibadah yang Tak Padam Meski Diguyur Hujan

Meski cuaca di luar diguyur hujan deras, semangat para jamaah tidak surut. Mereka tetap bertahan dengan khusyuk hingga akhir acara sebagai wujud kecintaan terhadap amaliah Nahdliyin.

Diwek, pcnujombang.or.id — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, kembali menghidupkan tradisi Lailatul Ijtima’ pasca libur bulan Ramadhan.

Bertempat di Masjid Baitur Rohman, Desa Grogol, Selasa (28/4/2026) malam, agenda ini dihadiri oleh ratusan warga Nahdliyin dari berbagai pelosok desa di Kecamatan Diwek.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua PCNU Jombang, KH Nurul Fuad; Rais Syuriah, KH Nur Hadi (Mbah Bolong); KH Hamdi Sholeh, serta jajaran pengurus MWCNU Diwek lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan shalat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan serangkaian shalat sunnah, mulai dari shalat ba’diyah, taubat, tasbih, hajat, hingga sujud syukur. Seluruh rangkaian shalat sunnah tersebut dipimpin langsung oleh Kiai Muhammad Rofiq.

Suasana religius semakin kental saat memasuki sesi pembacaan Istighosah Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang dipandu oleh Wakil Ketua MWCNU Diwek, H. Nur Salim.

Meski cuaca di luar diguyur hujan deras, semangat para jamaah tidak surut. Mereka tetap bertahan dengan khusyuk hingga akhir acara sebagai wujud kecintaan terhadap amaliah Nahdliyin.

Amir Mahmud, salah satu jamaah yang hadir, mengaku sangat terkesan dengan kegiatan ini. Baginya, Lailatul Ijtima’ bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum penting untuk melestarikan tradisi NU. “Sekaligus memperkuat istiqomah dalam beribadah,” ujarnya.

Ia pun menambahkan bahwa kegiatan semacam ini memberikan dampak positif bagi spiritualitas warga. “Ini menjadi tambahan amalan yang sangat baik dan bisa terus diamalkan oleh masyarakat,” imbuhnya.

Di sela acara, KH Hamdi Sholeh menyerahkan secara simbolis sertifikat wakaf Masjid Baitur Rohman dan sertifikat wakaf pemakaman muslim Dzikrul Maut Desa Grogol.

Baca Juga  Gelar Raker dan Evaluasi Program, LPBI PCNU Jombang Siapkan Madrasah Tangguh Bencana

Dalam sambutannya, beliau memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan wakaf yang profesional melalui lembaga atau organisasi.

“Salah satunya nadzir organisasi yang diwakili oleh organisasi Nahdlatul Ulama,” tegasnya saat menjelaskan peran nadzir sebagai pengelola wakaf.

Puncak acara ditutup dengan mauidzah hasanah oleh Mbah Bolong. Mustasyar PCNU Jombang ini membakar semangat jamaah dengan pesan untuk memperkuat kecintaan kepada Sang Pencipta melalui Al-Qur’an.

“Termasuk mencintai rasul-Nya, mencintai sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW, dan mencintai akhirat,” pesannya.

Kontributor: M Farhan Rafi (Tim LTN MWCNU Diwek)

Editor: Moh. Syafi'i

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *