Safari Ramadan MWCNU Peterongan di Tanjung Gunung: Menjemput Keberkahan di Penghujung Ramadan

​Peterongan, pcnujombang.or.id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Peterongan kembali melaksanakan agenda Safari Ramadan. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Masjid Al-Falah, Dusun Sini, Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Peterongan, pada Sabtu (14/03/2026).

​Ada yang berbeda pada pelaksanaan Safari Ramadan di Ranting Tanjung Gunung ini. Jika biasanya kegiatan dimulai menjelang waktu berbuka puasa, kali ini acara dilaksanakan selepas salat Tarawih.

Meski digelar pada malam hari, antusiasme warga tetap tinggi; tercatat hampir ratusan jemaah memadati area masjid untuk mengikuti rangkaian acara hingga usai.

​Kegiatan diawali dengan salat Isya dan Tarawih berjemaah, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan istigasah serta tahlil. Agenda zikir bersama tersebut dipimpin langsung oleh KH Fathurrozi, Wakil Ketua Tanfidziah MWCNU Peterongan.

​Dalam sambutannya, KH Asmu’i yang mewakili jajaran MWCNU Peterongan, memberikan motivasi kepada para jemaah agar tetap konsisten menjaga semangat ibadah di penghujung bulan suci.

​”Di satu sisi kita merasa bahagia karena sebentar lagi menyambut hari raya. Namun, di sisi lain kita patut merasa sedih karena Ramadan akan segera berlalu, yang berarti berakhir pula momentum di mana pahala dilipatgandakan secara luar biasa,” ujar beliau di hadapan para jemaah.

​Empat Golongan yang Terhalang Rahmat Allah

​Acara inti yakni mauidzah hasanah disampaikan oleh Agus M. Ainur Rifqi, M.Pd.I., selaku Wakil Sekretaris PCNU Jombang. Dalam ceramahnya, pria yang akrab disapa Gus Rifqi ini mengingatkan tentang empat jenis manusia yang berisiko tidak mendapatkan rahmat Allah SWT:

  1. ​Orang yang tidak menjawab selawat ketika nama Nabi Muhammad SAW disebutkan.
  2. ​Orang yang sengaja tidak berpuasa di bulan Ramadan tanpa uzur syar’i.
  3. ​Orang yang telah ditutup aibnya oleh Allah, namun justru mengumbar kemaksiatannya sendiri kepada orang lain.
  4. ​Anak yang diberi kesempatan merawat orang tuanya namun tidak menjalaninya dengan baik, bahkan tidak mendapatkan maaf dari mereka.
Baca Juga  Menapaki Jejak KH. Muh. As’ad Umar: Sang Pembaharu Pendidikan Pesantren

Rahasia Lailatulqadar dan Siklus Ibadah

​Terkait malam kemuliaan, Gus Rifqi memaparkan pandangan Imam Ghazali bahwa jika awal puasa jatuh pada hari Kamis, maka Lailatulqadar diprediksi jatuh pada malam ke-25. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa waktu pastinya tetap menjadi rahasia Allah SWT.

​”Lailatulqadar adalah rahasia Gusti Allah. Kuncinya, barang siapa yang rajin beribadah setiap malam sejak awal hingga akhir Ramadan, niscaya ia akan mendapatkan keberkahan malam tersebut,” jelasnya.

Beliau juga menjelaskan betapa istimewanya siklus ibadah yang diberikan Allah kepada hamba-Nya:

  1. ​Siklus Harian: Melalui salat lima waktu.
  2. Siklus Mingguan: Melalui kemuliaan malam Jumat.
  3. ​Siklus Tahunan: Melalui bulan Ramadan yang puncaknya terdapat satu malam dengan nilai ibadah setara 1.000 bulan.

​Kegiatan Safari Ramadan ini ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Gus Rifqi, membawa suasana khidmat bagi seluruh jemaah yang hadir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *