Jombang, pcnujombang.or.id – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Mayangan menggelar doa bersama untuk para korban tanah longsor dan banjir bandang di Sumatra dan Aceh. Agenda ini menjadi bagian dari kegiatan rutin Lailatul Ijtima’ yang berlangsung pada Jumat, 6 Desember 2025, di Mushalla Al-Hidayah Dusun Waruanom, Desa Mayangan.

Solidaritas Warga NU Terhadap Sesama
Ketua PRNU Mayangan, M. Agus Salim, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata solidaritas warga NU.
“Pada malam ini kita bersama-sama memanjatkan doa untuk saudara-saudara kita di Sumatra dan Aceh. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, pertolongan, serta kesabaran kepada mereka dalam menghadapi ujian ini,” ujarnya.
Pesan Empati dan Ukhuwah dari PCNU Jombang
Kehadiran Dr. KH. Nur Hanan, Lc., menambah kekhusyukan malam itu. Dalam mauidhoh hasanahnya, beliau mengajak jamaah memperkuat empati sosial dan memperbanyak doa saat umat sedang diuji.
“Musibah yang menimpa saudara-saudara kita adalah panggilan bagi kita semua untuk meningkatkan kepedulian, memperbanyak doa, dan memperkuat ukhuwah. NU sebagai jam’iyah harus hadir membantu semampunya,” tegasnya.
Pembacaan Sholawat dan Doa sebagai Bentuk Tawassul
Sebagai rangkaian kegiatan, KH. M. Munif, Rais Syuriyah PRNU Mayangan, memimpin pembacaan Sholawat Nariyah. Seluruh jamaah mengikuti dengan penuh kekhusyukan sebagai bentuk tawassul untuk keselamatan dan ketabahan para korban.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Dr. KH. Nur Hanan, Jamaah khusyuk mengamini. Selesai doa, para jamaah saling akrab menyapa dalam nuansa persaudaraan. Tidak ada kemewahan malam itu, hanya kesederhanaan, ketulusan, dan kepedulian yang hangat.

Di tengah ramah tamah itu, warga NU Mayangan tidak sekadar berdoa, juga meneguhkan kembali jati diri jam’iyah sebagai ruang kepedulian sosial. Di mushalla kecil itu, harapan tumbuh bahwa duka di Sumatra dan Aceh tidak mereka tanggung sendirian.














