Jogoroto, pcnujombang.or.id – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, kembali menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ rutin pada Rabu malam, 5 November 2025.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat keilmuan warga Nahdliyin di tingkat desa.
Majelis yang berlangsung di Musala An-Nur (Langgar Mbah Waras), Dusun Mayangan, diisi dengan pembacaan dan kajian Kitab Sulamut Taufiq yang disampaikan secara mendalam oleh K.H. Subhan Umar Qosim, Lc.
Suasana penuh khidmat dan kekeluargaan terasa kental mewarnai majelis yang dihadiri oleh para pengurus ranting, tokoh masyarakat, serta jemaah setempat.
Dalam sambutannya, Ketua PRNU Desa Mayangan menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan keistiqamahan dalam pelaksanaan Lailatul Ijtima’.
Menurutnya, kegiatan rutin bulanan ini bukan hanya sekadar ajang pengajian dan pembelajaran, tetapi juga berfungsi sebagai media efektif untuk memperkuat ukhuwah (persaudaraan) dan semangat berkhidmat di lingkungan NU tingkat ranting.
“Kami berharap kegiatan Lailatul Ijtima’ ini dapat terus istiqamah dilaksanakan setiap bulan. Selain bertujuan menambah ilmu, kegiatan ini juga sangat penting untuk mempererat persaudaraan antarwarga NU di Desa Mayangan,” ujarnya.
Selain fokus pada penguatan keilmuan, Ketua PRNU juga menyampaikan rencana strategis pembangunan kantor bersama PRNU Desa Mayangan.
Pihaknya memohon dukungan, doa restu, dan partisipasi aktif dari seluruh jemaah agar rencana mulia tersebut dapat segera terwujud.
Kantor bersama ini diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan ke-NU-an yang bermanfaat bagi seluruh warga desa.
“Kami memohon doa restu dari para jemaah dan seluruh masyarakat agar pembangunan kantor PRNU Mayangan ini berjalan lancar, dan nantinya dapat membawa manfaat besar bagi jemaah serta masyarakat luas,” tambahnya.

Kegiatan Lailatul Ijtima’ ditutup dengan doa bersama sebagai penutup. Doa tersebut dipanjatkan dengan harapan agar seluruh warga Nahdliyin senantiasa diberikan keistiqamahan, dan keberkahan dalam berkhidmat, serta mampu memperkokoh nilai-nilai ajaran Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah) di tengah-tengah masyarakat.














