Momentum Bulan Maulid untuk Memperkuat Cinta kepada Rasulullah
Jombang, pcnujombang.or.id – Bulan Rabiul Awal adalah bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pada momentum Maulid ini, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak shalawat sebagai wujud cinta dan syukur atas kelahiran Rasulullah SAW ke dunia.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).
Ayat ini menegaskan kewajiban shalawat, terlebih di bulan Maulid yang penuh keberkahan. Para ulama menilai, memperbanyak shalawat pada bulan kelahiran Nabi adalah wujud penghormatan sekaligus pengamalan perintah Allah secara lebih istimewa.
Shalawat sebagai Wujud Cinta dan Syukur
Shalawat adalah tanda cinta dan syukur atas jasa Rasulullah SAW yang telah menuntun umat ke jalan kebenaran. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا
“Barangsiapa bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim, al-Sahih, Juz 1, hlm. 306).
Imam Ja‘far al-Shadiq juga pernah berkata: “Ketika nama Rasulullah disebut dalam bacaan shalawat, Allah dan para malaikat akan mengingatnya, sehingga ia dinaungi rahmat dan didoakan para malaikat.” (al-Sakhawi, al-Qaul al-Badi‘).
Dekat dengan Rasulullah dan Mendapat Syafaat
Salah satu manfaat besar shalawat adalah jaminan kedekatan dengan Rasulullah SAW. Beliau bersabda:
أَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِي كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ، فَإِنَّ صَلَاةَ أُمَّتِي تُعْرَضُ عَلَيَّ فِي كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّي مَنْزِلَةً
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat, karena shalawat umatku diperlihatkan kepadaku. Barangsiapa paling banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku.” (HR. Baihaqi, dikutip dalam Ibn Hajar al-Haitami, ad-Durr al-Mandud fi al-Shalati wa al-Salam ‘ala Sahib al-Maqam al-Mahmud, hlm. 155).
Kedekatan dengan Rasulullah di hari kiamat adalah anugerah besar. Jika di dunia kita bangga ketika tokoh besar mengenal kita, maka betapa mulianya bila Rasulullah SAW, pemimpin para Nabi dan makhluk termulia di sisi Allah, yang mengenal kita langsung.
Dalam hadis lain, beliau menegaskan:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ كُنْتُ شَفِيعًا لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa bershalawat kepadaku, maka aku akan menjadi pemberi syafaat baginya pada hari kiamat.” (al-Qurthubi, al-Qurbah ila Rabb al-‘Alamin bi al-Shalati ‘ala Muhammad Sayyid al-Mursalin, hlm. 35).
Shalawat sebagai Wasilah Keselamatan
Shalawat bukan sekadar doa, melainkan wasilah keselamatan. Melaluinya, umat mendapatkan rahmat Allah, syafaat Rasulullah, dan jaminan pertolongan di akhirat. Karena itu, para ulama menyebut shalawat sebagai bentuk tawasul paling agung—langsung kepada Nabi Muhammad SAW—untuk meraih keselamatan di hari kiamat.
shalawat adalah amalan ringan, tetapi berbuah pahala tak terhingga. Di bulan Maulid ini, mari memperbanyak shalawat agar kita termasuk umat yang dekat dengan Rasulullah dan kelak mendapat syafaat beliau di hari akhir.














