Khutbah Jumat Bahaya Hasad dan Obatnya: Menjaga Hati Dari Penyakit

Oleh: Dr. Dhikrul hakim, M.Pd.I. (Ketua LTMNU PCNU Jombang)

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي خَلَقَ الإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ وَبَعَثَ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيُرْشِدُوا النَّاسَ إِلَى سَبِيلِ الْهُدَى وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِي بَعَثَهُ فِي الأُمِّيِّينَ رَسُوْلاً مِنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَ يُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِيْنٍ. اللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِينَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلَامَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَررِيًّا، أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ أَوْصِيْنِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Maasyirol Muslimin Jama’ah Jum’ah Rokhimakumulloh

Pada kesempatan yang sangat mulia ini marilah kita tingkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan
kita kepada Allah swt yakni dengan cara menjalankan semua perintah-perintah Allah dan
meninggalkan semua larangan-laranganNya.

Hati ini sebagaimana badan dapat pula terkena penyakit, namun ironisnya banyak diantara kita
yang sangat perhatian dengan jasadnya daripada batinnya. Saat badan kita sakit maka kita akan
segera berusaha menyembuhkannya, kita periksanakan dokter, kita belikan obat demi
kesembuhannya walaupun harus membayar dengan harga yang mahal. Akan tetapi saat hati kita
sakit, kita biasa-biasa saja tidak segera untuk menyembuhkannya. Padahal penyakit hati lebih
berbahaya dibanding dengan penyakit badan, penyakit badan hanya berujung pada sebuah
kematian, sedangkan penyakit hati dapat menjadikan seorang sengsara hingga setelah kematian.
Salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya adalah hasad atau dengki yaitu merasa benci
atau tidak suka bila orang lain mendapatkan suatu kenikmatan.

 Hasad ini merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang bisa saja menimpa setiap orang, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW;

دَبَّ إِلَيْكُمْ دَاءُ الْأُمَمِ قَبْلَكُمُ الْحَسَدُ وَالْبَغْضَا

Artinya : “Penyakit ummat-ummat sebelum kalian telah merayap mendatangi kalian adalah hasad
dan kebencian.”
(HR. Tirmidzi)

Penyakit Hasad atau dengki ini adalah dosa pertama di langit dan di bumi, Imam al-Qurthubi
menyebutkan dalam tafsirnya :

الْحَسَدُ أَوَّلُ ذَنْبٍ عُصِيَ اللَّهُ بِهِ فِي السَّمَاءِ وَأَوَّلُ ذَنْبٍ عُصِيَ بِهِ فِي الْأَرْضِ فَحَسَدَ إِبْلِيسُ آدَمَ وَحَسَدَ قَابِيْلُ هَابِيْلَ

Artinya : “Hasad merupakan dosa pertama Allah didurhakai di langit dan dosa pertama Allah
didurhakai di bumi, (di langit) Iblis hasad kepada Adam dan (di bumi) Qobil hasad kepada
Habil.”
(Al-Jami’u li Ahkamil Qur’an: 6/416, tafsir QS. An-Nisa’ : 54-55)

Maasyirol Muslimin Jama’ah Jum’ah Rokhimakumulloh

Bahaya yang ditimbulkan oleh penyakit hasad ini diantaranya :
1. Dapat menghilangkan kesempurnaan iman.

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Artinya :Tidaklah sempurna iman seseorang, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia
mencintai dirinya sendiri.
(HR. Bukhari Muslim)
2. Menghilangkan keutamaan dan kebersihan hati, Ibnu Umar mengatakan:

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النَّاسِ أَفْضَلُ قَالَ كُلُّ مَحْمُومِ الْقَلْبِ صَدُوقِ اللِّسَانِ قَالُوا صَدُوقُ اللِّسَانِ نَعْرِفُهُ فَمَا تَخْمُومُ الْقَلْبِ قَالَ هُوَ التَّقِيُّ النَّقِيُّ لَا إِثْمَ فِيهِ وَلَا بَغْيَ وَلَا غِلَّ وَلَا حَسَدَ

Artinya : Ada yang berkata, wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling utama?, beliau
menjawab, setiap yang bersih hatinya dan jujur lisannya, para sahabat berkata, adapun
jujur lisannya, kita tahu maknanya, akan tetapi apakah yang dimaksud ‘bersih
hatinya’? Rasulullah saw menjawab, dia adalah orang yang bertakwa, bersih, tidak
berbuat dosa, tidak berbuat aniaya, tidak dengki dan tidak pula hasad.
(HR. Ibnu Majah )

Baca Juga  Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa: Nilai Pengorbanan Nabi Ismail dalam Kehidupan Dunia Modern

Bahaya yang ditimbulkan oleh penyakit hasad yang ketiga adalah menghancurkan kemuliaan
umat
, Rasulullah saw bersabda :

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا لَمْ يَتَحَاسَدُوا

Artinya : Senantiasa manusia dalam kebaikan selama mereka tidak saling hasad. (HR. AthThabrani)

Dalam riwayat lain disebutkan :

لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَنَاجَشُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

Artinya : Janganlah kalian saling hasad, saling memperdaya, saling membenci, saling
membelakangi dan janganlah sebagian kalian membeli barang yang di atas pembelian
yang lain jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.
(HR. Muslim)
Maasyirol Muslimin Jama’ah Jum’ah Rokhimakumulloh

Sebagaimana penyakit jasmani, penyakit hatipun juga ada obatnya.

مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

Artinya : Tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan Dia pula yang menurunkan
obatnya.”
(HR. Bukhari)

Maasyirol Muslimin Jama’ah Jum’ah Rokhimakumulloh

Adapun obatnya penyakit hati itu antara lain : Artinya : Tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan Dia pula yang menurunkan
obatnya.” (HR. Bukhari)

Maasyirol Muslimin Jama’ah Jum’ah Rokhimakumulloh
Adapun obatnya penyakit hati itu antara lain :

  • Taubat (Pertobatan) adalah langkah pertama yang sangat penting dalam membersihkan hati dari dosa dan penyakit hati. Ketika seseorang merasa hatinya dipenuhi dengan keburukan, dia harus segera bertobat kepada Allah dengan sungguh-sungguh, memohon ampunan-Nya, dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Firman Allah dalam Al-Qur’an:

وَّاسْتَغْفِرِ اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًاۚ

Artinya: dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa: 106)

  • Zikir dan Doa. Zikir atau mengingat Allah adalah cara yang sangat efektif untuk menenangkan hati dan membersihkan jiwa. Dengan zikir, hati akan menjadi lebih tenang dan jauh dari perasaan buruk seperti hasad, iri, atau kebencian. Zikir yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan akan membersihkan hati dan menjauhkan seseorang dari godaan penyakit hati. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ

Artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.(QS. Ar-Ra’d: 28)

  • Mengakui kelebihan orang lain dan mengakui kekurangan diri sendiri. Menyadari kekurangan diri kita serta mau mengakui kelebihan orang lain adalah akhlak yang mulia,tetapi tidak banyak yang mampu dan mau melakukannya. Kita masih sulit menerima kenyataan,mulut ini masih berat untuk mengucapkan, “dia lebih baik dari dariku”, padahal salah satu sifat para nabi adalah mengakui kelebihan yang dimiliki oleh orang lain serta memuliakannya, mari kita contoh Nabi Musa yang memperlihatkan kepada kita akhlak yang mulia, sebagaimana yang difirmankan Allah swt dalam al-Qur’an :

وَاَخِيْ هٰرُوْنُ هُوَ اَفْصَحُ مِنِّيْ لِسَانًا فَاَرْسِلْهُ مَعِيَ رِدْءًا يُّصَدِّقُنِيْٓۖ اِنِّيْٓ اَخَافُ اَنْ يُّكَذِّبُوْنِ

Artinya: dan saudaraku Harun Dia lebih fasih lidahnya daripadaku, Maka utuslah Dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkata- an)ku; Sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku”. (QS. Al-Qashash : 34).

  • Berdo’a meminta keutamaan Allah ketika melihat orang lain mendapat nikmat. Mari kita belajar dari kisah Nabi Zakaria yang diceritakan dalam Al-Qur’an:

فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُوْلٍ حَسَنٍ وَّاَنْۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًاۖ وَّكَفَّلَهَا زَكَرِيَّاۗ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَۙ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًاۚ قَالَ يٰمَرْيَمُ اَنّٰى لَكِ هٰذَاۗ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Baca Juga  Khutbah Jumat Bahasa Jawa: “Barokah Wulan Rajab lan Muhasabah Pergantian taun”

Artinya: Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.(QS. Ali Imran : 37)

Mari kita perhatikan bagaimana Nabi Zakariya melihat nikmat yang ada pada Maryam satu
kesempatan jalan masuknya setan untuk menyalakan api hasad dalam hati. Akan tetapi Nabi
Zakaria menepis hal itu, dalam ayat selanjutnya disebutkan :

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗۚ قَالَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةًۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

Artinya: di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”.(QS. Ali Imran : 38)

Mudah-mudahan Allah swt selalu memberikan perlindungan dan hidayah kepada kita semua dan kita dihilangkan dari sifat hasad atau dengki, amin-amin ya robbal Aalamin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَلَ اللَّهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمِ

Khutbah Kedua

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ . أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُه وَرَسُولُه. أَمَّا بَعْدُ فَيا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوالله فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَى بِمَلا يُكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّا بِعِينَ وَاتَّابِعُ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِين.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُحِيبُ الدُّعَاءِ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتَّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى. اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا وَلَا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلَا مَحْرُوْمًا . اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاً مِنَّا لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيبًا وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا وَيَقِيْنَا صَادِقًا خَالِصًا وَرِزْقًا حَلَالاً طَيِّبًا وَاسِعًا يَا ذَا الْجَلالِ وَالإِكْرَامِ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

عِبَادَ اللهِ…. ! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *