Muharram: Momentum Muhasabah untuk Transformasi ke Arah yang Lebih Baik

Jombang, pcnujombang.or.id – Di saat dunia menyambut tahun baru Masehi dengan pesta dan kembang api, umat Islam memiliki cara yang jauh lebih bermakna dalam menyambut tahun baru Hijriyah. Bukan dengan gegap gempita, melainkan dengan perenungan. Muharram hadir bukan sebagai simbol pergantian angka, namun sebagai panggilan jiwa, untuk berhenti sejenak, melihat ke dalam, dan melangkah ke depan dengan visi yang lebih tajam.

Saat ini, kita memasuki akhir tahun Hijriyah dan Besok hari Jumat kita memasuki awal tahun Hijriyah. Mari kita bersama bermuhasabah untuk memantapkan langkah menuju masa depan yang lebih baik.

Muharram: Bulan Suci, Bulan Refleksi

Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram (suci) dalam Islam, bulan yang diagungkan dan dimuliakan. Allah SWT berfirman:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram”
(QS. At-Taubah: 36)

Nabi Muhammad SAW bahkan menyebutnya sebagai Syahrullah “Bulannya Allah”. Sebutan ini bukan tanpa makna. Muharram adalah waktu istimewa untuk menyucikan niat, memperbaiki amal, dan memulai tahun dengan langkah spiritual yang kuat.

Muhasabah: Ruh dari Muharram

Di dalam Muharram, kita diajak untuk bermuhasabah, mengevaluasi diri secara jujur. Bukan hanya soal pencapaian dunia, tapi juga tentang kondisi hati dan jiwa. Pertanyaannya :

  • Sudahkah kita memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat?
  • Sudahkah kita menjaga lisan dan hati dari keburukan?
  • Sudahkah kita memenuhi hak orang tua, keluarga, dan tetangga?
  • Sudahkah kita membersihkan jiwa dari iri, sombong, dan dengki?
Baca Juga  Merayakan Kemerdekaan dengan Kebermanfaatan

Maka, Transformasi tidak akan pernah terjadi tanpa sebuah muhasabah. Sebagaimana Allah SWT mengingatkan:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ 

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Hijrah: Dari Perubahan Lahir Menuju Perubahan Batin

Awal kalender Hijriyah terinspirasi dari momen agung: hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah. Tapi makna hijrah tak berhenti pada berpindah tempat. Namun, hijrah sejati adalah pergeseran dari kelalaian menuju kesadaran, dari kebiasaan buruk menuju akhlak yang luhur.

Kini, kita tak perlu meninggalkan kota. Tapi kita harus meninggalkan sikap pesimis, sifat malas, dan hati yang keras. Kita berhijrah menuju pribadi yang lebih taat, lebih jujur, lebih peduli.

Lima Langkah Menuju Transformasi Diri

  1. Muhasabah Diri
    Sediakan waktu untuk merenung. Tuliskan pelajaran dari setahun terakhir: keberhasilan, kegagalan, dan titik-titik lemah yang perlu diperbaiki.
  2. Perbaharui Niat
    Tanamkan niat hijrah: menjadi insan yang lebih bertanggung jawab, lebih ikhlas, dan lebih bermanfaat.
  3. Tingkatkan Ibadah
    Awali tahun ini dengan puasa Tasu’a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram), perbaiki shalat, dan istiqamah membaca Al-Qur’an.
  4. Perbaiki Hubungan Sosial
    Buka lembaran baru: minta maaf kepada yang tersakiti, pererat kembali tali silaturahmi yang renggang.
  5. Menjadi Agen Kebaikan
    Sekecil apa pun amalmu, jika membawa manfaat, itu adalah bentuk nyata dari transformasi.

Muharram bukan sekadar penanda waktu. Ia adalah panggilan dari langit. Namun, ajakan Ilahi agar kita melangkah ke arah yang lebih baik. Bulan ini mengajak kita untuk menata ulang arah hidup, memperbaiki niat, dan menjemput masa depan dengan cahaya taqwa. Mari jadikan Muharram sebagai titik balik. Bukan hanya untuk berubah, tapi untuk bertumbuh dalam iman, amal, dan pengabdian kepada Allah SWT.

Baca Juga  Dari Sakal untuk Dunia: Kaligrafer Ibnu Atoillah Raih Nominasi Lomba Internasional IRCICA di Turki

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1447 H, Semoga Semakin Berkah dan selalu memberikan manfaat untuk semua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *