Mengkaji Kaidah Aswaja NU dan Penerapannya Saat ini

Tim Aswaja Center melakukan diskusi dengan topik Ahlussunnah wal Jama’ah, bertempat di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Kamis (27/3/2025).

Diskusi tersebut membahas dua hal yang mengacu pada penerapan Aswaja dan pengaktualisasian tradisi Aswaja terdahulu.

Permasalahan pertama yang dibahas adalah yakni tentang sebuah kutipan yang diketahui sering diucapkan oleh KH Hasyim Asy’ari yakni Almuhafadzotu ‘ala qadimisshalih wal akhdu bil jadidil aslah.

Apakah kutipan tersebut dikategorikan sebagai kaidah, mahfudhot, ataukah motto?. Pendapat pertama mengatakan bahwa kutipan tersebut bukanlah termasuk dari kaidah, karena tidak memenuhi unsur-unsur yang menjadikan kutipan tersebut termasuk kaidah.

Pendapat selanjutnya mengatakan bahwa kutipan tersebut dikategorikan sebagai motto karena di dalamnya terkandung makna penyemangat secara tersirat.

Kutipan tersebut terkenal sering diungkapkan oleh KH Hasyim Asy’ari, namun, literatur apa yang menunjukkan asal kutipan tersebut bermula dari mana dan dari siapa? Apakah kutipan itu memang bersumber dari KH Hasyim Asy’ari? Apabila benar bersumber dari KH Hasyim Asy’ari, maka apa yang melatarbelakangi munculnya kutipan tersebut? Sekaligus tentang pemikiran KH Hasyim Asy’ari dipengaruhi oleh siapa?

Pendapat yang menguatkan bahwa kutipan tersebut bersumber dari KH Hasyim Asy’ari adalah dengan adanya bukti 2 murid KH Hasyim Asy’ari yang menuliskan kutipan tersebut dalam kitabnya. Maka, akan jadi menarik jika kutipan tersebut memang bersumber dari ulama nusantara yang kemudian mendunia.

Pendapat selanjutnya mengatakan bahwa kutipan tersebut bersumber dari ucapan Ahmad Amin (cendekiawan Mesir) yang lantas dikutip oleh Anwar Sadat (Presiden Mesir) sehingga kutipan itu menjadi terkenal.

Kedua, kutipan tersebut bersumber dari Muhammad Iqbal yang pemikirannya condong kepada Muhammad Abduh. Keduanya adalah pembaharu Islam dari Mesir, namun, dugaan bahwa KH Hasyim Asy’ari terpengaruh pada Muhammad Abduh tidak begitu kuat.

Baca Juga  LTN PCNU Jombang Gelar Workshop Santri Melek Digital, Cetak Konten Kreator

Selain itu, penting untuk merumuskan definisi dan bentuk nyata dari kutipan tersebut, yakni apa saja yang tergolong al muhafadzotu ala qadimisshalih dan apa pula yang tergolong ke dalam akhdu bil jadidi aslah.

Permasalahan kedua dalam halaqah tersebut adalah bagaimana mensosialisasikan ajaran Aswaja ke generasi Z dengan kemasan yang menarik tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai luhur Aswaja.

Sedangkan tantangan yang harus dihadapi adalah kenyataan bahwa Gen Z adalah generasi yang lahir di era teknologi informasi dan teknologi tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.

Gen Z juga banyak terkontaminasi oleh konten-konten yang mempengaruhi pola pikir mereka, yang nantinya juga berpengaruh dalam bagaimana gen Z mengikapi perihal Aswaja.

Selain itu, banyak juga konten di media sosial yang berupaya menyudutkan aswaja, dan ini dapat menjadi faktor gen Z sulit bahkan tidak menerima dengan baik istilah-istilah salaf dan Aswaja.

Maka dari itu, perlu adanya konsep baru dalam mendefinisikan Aswaja sehingga dapat diterima oleh Gen Z dan masyarakat awam, tentunya tetap berpegang teguh pada kaidah-kaidah Aswaja.

Aswaja didefinisikan sebagai golongan yang dalam berakidah mengikuti Imam Asy’ari dan Imam Maturidi, dalam fikih mengacu pada 4 Imam madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali), dan dalam bertasawuf merujuk pada Syekh Junaid Al Baghdadi dan Imam Al-Ghazali.

Meskipun saat ini tuntutannya adalah melakukan pembaruan konsep Aswaja dengan bahasa yang lebih kekinian, tetapi praktik-praktik ke-Aswajaan harus tetap berdasar pada Al-Qadimi Salih, yang mana Al-Qadimi Salih ini merujuk pada praktik kegamaan yang ada pada masa-masa terbaik Islam, yaitu pada masa Nabi Muhammad saw dan sahabat.

Selain itu, diperlukan sinergi yang baik antara ulama dan pemerintah agar usaha pembaruan nilai-nilai Aswaja dapat berjalan dengan baik.

Penulis: Miftakhul JannahEditor: M. Syafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *